Pemberlakuan regulasi emisi Euro 6 (yang setara dengan Bharat Stage VI atau BS-VI) di India telah menimbulkan tantangan besar dan signifikan bagi pabrikan kendaraan diesel lokal. Standar yang jauh lebih ketat ini memerlukan investasi besar dalam teknologi canggih untuk mengurangi nitrogen oksida (NOx) dan partikel jelaga, yang secara tradisional tinggi pada mesin diesel.
Transisi ke BS-VI mengharuskan pabrikan diesel lokal untuk mengintegrasikan sistem pasca-perawatan knalpot yang kompleks, seperti Selective Catalytic Reduction (SCR) dan filter partikel diesel (DPF). Teknologi ini mahal untuk dikembangkan dan diimplementasikan, meningkatkan biaya produksi kendaraan secara substansial.
Kenaikan biaya kendaraan diesel yang disebabkan oleh teknologi BS-VI membuat mereka kurang kompetitif dibandingkan dengan kendaraan bensin, atau bahkan kendaraan listrik di segmen tertentu. Hal ini telah menyebabkan penurunan permintaan mobil diesel, memaksa pabrikan untuk merevisi strategi portofolio mereka.
Pabrikan lokal juga menghadapi tekanan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar diesel dengan kualitas yang sesuai (low sulfur) di seluruh negara, karena teknologi BS-VI sangat sensitif terhadap kualitas bahan bakar. Ini memerlukan koordinasi besar dengan industri minyak.
Regulasi emisi Euro 6 di India adalah dorongan yang diperlukan untuk udara yang lebih bersih, tetapi menuntut adaptasi cepat dan investasi yang signifikan dari pabrikan diesel lokal. Ini mendorong industri untuk bergerak menuju solusi energi yang lebih bersih, termasuk elektrifikasi, dalam jangka panjang.

